Di industri yang membutuhkan gearbox, pengoperasian gearbox adalah kunci agar mesin berjalan lancar dan paling efektif. Namun, kebanyakan orang tidak tahu harus mulai dari mana atau bahkan mengabaikan pentingnya hal ini. Dalam artikel ini kami akan memberikan panduan merawat gearbox yang lama tidak digunakan, pompa oli mekanis pada gear reducer, peran penting Back Stop pada sistem cooling tower, serta pentingnya memasang Vibration Sensor pada gearbox agar gearbox Anda bekerja efisien dan tahan lama.
Pentingnya Merawat Gearbox yang Lama Tidak Digunakan
Perawatan gearbox yang lama tidak digunakan penting untuk melindunginya dari kerusakan dan menghindari masalah saat akan dipakai. Dalam artikel ini kami akan menjelaskan 2 poin yang perlu diperhatikan:
Jika gearbox disimpan di gudang dan belum dipasang atau digunakan, oli yang ada di dalam gearbox perlu dikuras karena oli tersebut hanya ditambahkan untuk melumasi bearing dan gear selama pengiriman. Karena itu, oli tersebut tidak disarankan untuk dipakai; isi gearbox dengan oli baru hingga hampir penuh, dengan menyisakan ruang sekitar 1 inci untuk antisipasi pemuaian oli.
Namun, jika gear yang disimpan di gudang adalah Amarillo Gear II, oli tidak dapat diisi penuh karena oli akan bocor melalui oil seal. Karena itu, Anda harus meminta produsen menambahkan ** Vapor Phase Rust Inhibitor ke dalam oli agar uap dari zat ini membantu melindungi bagian gearbox yang tidak terendam langsung oleh oli, sekaligus mengurangi risiko karat dan korosi.
*Oil Expansion (pemuaian oli) adalah fenomena perubahan volume oli saat suhu meningkat. Hal ini menimbulkan perubahan fisik pada oli.
**Vapor Phase Rust Inhibitor adalah zat kimia yang dirancang untuk mencegah karat dan korosi pada komponen logam, bekerja melalui proses penguapan kimia di lingkungan tertutup

Gambar 1: Gearbox
Apabila gearbox berada di dalam cooling tower dan cooling tower tidak beroperasi selama 3 bulan atau lebih, oli lama harus dikuras, saluran oli dilepas, lalu ditutup dengan plug. Yang dimaksud menutup dengan plug adalah menggunakan alat yang disebut Plug, seperti terlihat pada gambar di bawah, untuk menutup lubang keluar oli setelah saluran oli dilepas, agar oli atau kotoran tidak dapat masuk maupun keluar. Untuk pengisian oli, prinsipnya sama seperti gearbox yang disimpan di gudang.

Gambar 2: Plug untuk menutup saluran oli
Penting: Sebelum gearbox mulai digunakan, pastikan oli lama yang sudah terisi dikuras habis. Kemudian isi dengan oli baru dan periksa saluran oli untuk memastikan tidak ada penyumbatan. Setelah pemeriksaan, pasang kembali saluran oli pada posisi semula. Namun, untuk gearbox GEN II yang mengandung Vapor phase rust inhibitor, oli harus dikuras habis lalu diisi dengan oli baru yang tidak mengandung Vapor phase rust inhibitor hingga level yang sesuai. Setelah itu, putar gear dengan tangan untuk memastikan tidak macet sebelum mulai digunakan.
Pemasangan peralatan getaran pada gearbox
Peralatan getaran adalah peralatan yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur, dan menganalisis getaran pada benda atau mesin. Ada banyak jenis peralatan terkait getaran, tergantung pada aplikasi dan kebutuhan pengukuran getaran. Pada topik ini kita akan membahas 2 perangkat: Vibration switch dan Vibration sensor
Vibration Switch. Banyak teknisi memasangnya pada baut base plate gear, padahal hal ini tidak disarankan karena titik pemasangan tersebut dekat dengan penyangga mekanis yang cukup kuat. Jika terjadi getaran, hal ini dapat menyebabkan pengukuran tidak akurat. Titik pemasangan yang direkomendasikan adalah dekat Bearing pada sisi *Drive End dan ** Non-Drive End, yang meningkatkan akurasi deteksi getaran dan membantu mencegah masalah pada mesin, karena Bearing adalah titik yang berputar dan paling cepat aus.
* Drive End (sisi penggerak) adalah sisi yang terhubung ke motor atau sumber tenaga yang digunakan untuk menggerakkan gearbox dan mentransmisikan daya atau torsi dari motor ke gearbox.
** Non-Drive End (sisi non-penggerak) adalah sisi yang tidak terhubung ke motor atau sumber tenaga. Biasanya sisi ini digunakan untuk menopang gear dan membantu pendinginan gearbox.
Gambar 3: Vibration Switch
Vibration sensor dapat dipasang di berbagai tempat, seperti
- Mengebor badan casing atau penutup perangkat adalah metode yang digunakan untuk memasang sensor langsung pada posisi yang akan dipantau getarannya
- Memasang sensor pada pelat lalu menempelkannya dengan epoxy secara kuat pada selubung gear adalah metode yang digunakan ketika lokasi pemasangan sensor sulit untuk dibor
Gambar 4: Vibration Sensor
Pompa oli mekanis pada gear reducer industri
Pompa oli mekanis adalah perangkat yang digunakan untuk mengalirkan dan mendistribusikan oli pelumas di dalam mesin atau berbagai sistem mekanis dengan memanfaatkan gaya mekanis dari pergerakan berbagai bagian di dalam mesin untuk beroperasi.
Penggunaan pompa oli mekanis pada gearbox bergantung pada pemakaiannya. Namun biasanya, jika gearbox dipasang, banyak orang meminta penambahan pompa oli mekanis karena sebagian besar gearbox yang digunakan adalah tipe gear serbaguna, yaitu gear yang dapat dipakai untuk berbagai pekerjaan, termasuk pada cooling tower.
Umumnya, pompa oli mekanis dipasang ketika motor memiliki kecepatan di bawah 450 rpm, karena jika kecepatan di bawah 450 rpm, sistem distribusi oli pelumas tidak akan bekerja dengan efisiensi penuh. Oleh karena itu, pompa oli mekanis harus dipasang agar operasi berjalan lancar.
Namun, Amarillo Gear Drive dirancang khusus untuk cooling tower dan dilengkapi Oil Slinger untuk mendistribusikan oli pelumas sebagai gantinya. Pompa oli mekanis pada sistem pompa oli Amarillo adalah sistem putaran dua arah. Pompa ini dirancang khusus agar dapat berputar ke arah sebaliknya ketika back stop tidak dipasang.
Pompa oli mekanis sangat penting pada gearbox yang membutuhkan pelumasan efisien dan kontinu selama mesin beroperasi, tetapi pada beberapa kasus, gearbox yang sudah memiliki sistem pelumasan cukup efisien mungkin tidak memerlukan pompa oli mekanis.

Gambar 5: Lokasi pemasangan pompa oli mekanis
Backstop pada cooling tower
Back stop memiliki banyak nama lain. Banyak orang menyebutnya Non reverse, anti-windmilling device, anti-reverse, dan sebagainya. Perangkat ini dipasang pada sistem transmisi cooling tower untuk mencegah poros berputar ke arah sebaliknya, yang dapat terjadi ketika arah angin berbalik atau ketika mesin berhenti mendadak. Ada banyak bentuk back stop. Pada topik ini, kita akan membahas titik pemasangan back stop, yang dapat dibagi menjadi 2 titik:
Dipasang di dalam gearbox, pada Input Shaft

Gambar 6: Back stop yang dipasang di dalam gearbox
Dipasang di luar gearbox

Gambar 7: Back stop yang dipasang di luar gearbox
Pada dasarnya bilah kipas atau gearbox dirancang untuk berputar ke dua arah: berlawanan arah jarum jam dan searah jarum jam. Namun masalah yang selalu muncul adalah ketika cooling tower berhenti beroperasi untuk perawatan atau tidak digunakan, angin dari cooling tower lain yang masih beroperasi membuat bilah kipas berputar tak terkendali ke arah semula. Hal ini akan menimbulkan beban kejut (shock load) ketika motor dihidupkan kembali. Agar lebih mudah dipahami, saat operasi dimulai, motor akan berusaha memutar bilah kipas ke arah yang sesuai rancangannya, tetapi bilah kipas berputar ke arah sebaliknya. Akibatnya, ketika motor berusaha memutar bilah kipas ke arah yang sama namun berhadapan dengan gaya putaran terbalik, akan timbul gaya lonjakan atau shock load. Shock load ini dapat merusak gearbox, bilah kipas, atau bagian lain dari cooling tower jika back stop tidak dipasang.
Oleh karena itu, memasang perangkat bernama Back Stop akan membantu mencegah bilah kipas berputar terbalik ketika angin bertiup saat motor dihidupkan. Dengan demikian, shock load tidak terjadi dan potensi kerusakan dapat dikurangi. Kami telah menyampaikan seluruh poin penting untuk membantu memperpanjang umur dan efisiensi operasi sistem cooling tower.
Artikel ini hanyalah sedikit trik dan tips yang dapat membuat operasi gearbox lebih efisien. Pastikan Anda memperhatikan poin ini, karena tidak hanya menekan biaya tetapi juga membantu seluruh sistem bekerja pada titik efisiensi. Ingatlah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kami berharap artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dan pengikut kami.
Kami berharap artikel ini membantu Anda lebih memahami cooling tower untuk industri Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang artikel ini atau topik lainnya, silakan hubungi kami melalui email sales@berindorisma.co.id atau melalui telepon dan WhatsApp di +628111509569
Lanjut membaca
Semua artikel →
Cara Merawat Gearbox agar Cooling Tower Berjalan Efisien
Dalam artikel ini kami akan berfokus pada bagian berputar (Rotating Part) cooling tower: fungsi setiap bagian, cara merawatnya, dan metode…
7 menit bacaBaca artikel →
Benarkah tidak masalah siapa yang memperbaiki gearbox?
Gearbox adalah bagian internal cooling tower yang menurunkan kecepatan motor, membalik arah putaran sumbu motor, dan menggerakkan…
3 menit bacaBaca artikel →
Cara Mencegah Kebakaran Fill Pack
Dalam artikel kali ini, kami akan membahas pendekatan dan teknik pencegahan untuk menghindari insiden serius pada cooling tower dan memastikan bahwa…
2 menit bacaBaca artikel →