Fan pada cooling tower, atau yang kadang disebut "bilah kipas". Komponen ini merupakan salah satu yang paling boros daya pada cooling tower, sehingga banyak produsen dan penyedia jasa cooling tower berinvestasi mengembangkan dan mempromosikan bilah kipas hemat energi. Meski banyak fan hemat energi tersedia di pasaran, biaya listrik banyak bisnis yang mengandalkan cooling tower tetap tinggi. Hal ini memunculkan pertanyaan menarik yang akan kita bahas hari ini: apakah fan hemat energi benar-benar ada? Artikel hari ini mungkin memuat banyak detail teknis, tetapi saya akan berusaha menyampaikannya sesederhana mungkin agar mudah diikuti semua orang.
Mari kita mulai pembahasan dengan aerodinamika. Jika Anda belum familier dengan istilah ini, aerodinamika adalah studi tentang bagaimana udara berinteraksi dengan benda yang bergerak, dengan tujuan memahami bagaimana benda tersebut bergerak di udara. Pemahaman mendalam di bidang ini membantu kita memahami gaya-gaya yang bekerja saat terbang, seperti gaya angkat (lift) dan hambatan (drag). Pengetahuan dari studi aerodinamika dapat diterapkan di berbagai bidang, dari penerbangan hingga olahraga.
Awalnya dikembangkan oleh para insinyur untuk menjamin keamanan operasi pesawat terbang, prinsip ini kemudian diterapkan ke industri lain, termasuk teknik otomotif. Konsep ini juga digunakan di industri cooling tower, khususnya terkait desain cooling tower 


