Apakah istilah "kehilangan air cooling tower" terdengar familiar? Tahukah Anda bahwa kehilangan air berperan besar dalam dunia cooling tower dan sangat penting untuk menjaga efisiensi sistem pendinginnya. Cooling tower merupakan komponen vital yang digunakan untuk mengurangi panas yang dihasilkan selama proses manufaktur. Melalui proses pertukaran panas di dalam cooling tower, air panas didinginkan. Namun, kehilangan air terjadi selama proses ini. Ada tiga jenis utama kehilangan air: Evaporation Loss, Drift Loss, dan Blow Down Loss. Evaporation Loss adalah kehilangan air akibat penguapan, Drift Loss adalah air berbentuk kabut dalam proses pendinginan yang terbawa angin, dan Blow Down Loss adalah kehilangan air yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan kimia air. Dalam artikel ini, kita akan membahas perhitungan dan strategi untuk mengatasi kehilangan air cooling tower, sehingga sistem pendingin Anda beroperasi secara efisien dan hemat biaya, sekaligus mengutamakan konservasi air pada sistem pendingin.
Mengapa penting untuk mengetahui seberapa banyak air yang hilang di cooling tower?
Seperti disebutkan sebelumnya, menghitung kehilangan air sangat penting untuk pengoperasian cooling tower yang optimal.
Evaporation Loss menyebabkan hilangnya air, tetapi tidak dengan bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Hal ini meningkatkan konsentrasi kontaminan dalam sistem pendingin sehingga risiko pembentukan kerak (scale) meningkat. Untuk mengatasinya, air buangan harus dikeluarkan melalui Blow Down, dan air baru harus ditambahkan sebagai air make-up untuk mengompensasi kehilangan akibat Blow Down.

Gambar 1: pembentukan kerak (scale) pada cooling tower
Untuk menentukan jumlah air yang perlu ditambahkan, penting untuk mengetahui jumlah air yang hilang. Perawatan cooling tower secara berkala, termasuk pengurasan dan pengisian ulang, diperlukan untuk mencegah penumpukan kotoran yang berbahaya.

PERHITUNGAN EVAPORATION LOSS
jam) X (Suhu air panas - Suhu air dingin
Ganti nilai pada rumus dengan data dari Data Sheet cooling tower Anda untuk mengetahui jumlah air yang hilang akibat penguapan.
Contoh:
Asumsikan nilai berikut dari Data Sheet Anda:
Debit air: 10,000 M3/Jam
Suhu air panas: 42°C
Suhu air dingin: 32°C
Masukkan nilai tersebut ke dalam perhitungan:
Evap loss = 0.00085 x 1.8 x 10,000 x (42 - 32) = 153 M3/r
Catatan:
Evaporation Loss adalah jenis kehilangan air yang paling besar, mencapai 1-1.5% dari total kehilangan air.
Evaporation Loss merupakan peristiwa alami dan tidak dapat dihindari sepenuhnya.
PERHITUNGAN DRIFT LOSS
Drift loss = Laju drift loss (%) x Debit air (m3/
Meskipun perhitungan ini biasanya dilakukan oleh penyedia jasa cooling tower sebagai bagian dari layanan rekayasa cooling tower, pengetahuan ini membantu Anda menangani masalah pendinginan dengan cepat dan efisien. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kehilangan air dan kebutuhan penggantian air pada sistem pendingin Anda, Anda dapat mengoptimalkan kinerja cooling tower, menghemat air sekaligus energi, serta memastikan efisiensi sistem pendingin yang penting bagi produktivitas dan efektivitas biaya secara keseluruhan.
Kami berharap artikel ini membantu Anda lebih memahami cooling tower untuk industri Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang artikel ini atau topik lainnya, silakan hubungi kami melalui email sales@berindorisma.co.id atau melalui telepon dan
Lanjut membaca
Semua artikel →
Trik dan Tips Kecil tentang Gearbox yang Tidak Boleh Diabaikan
Di industri yang membutuhkan gearbox, pengoperasian gearbox adalah kunci agar mesin berjalan lancar dan paling…
7 menit bacaBaca artikel →
Cara Merawat Gearbox agar Cooling Tower Berjalan Efisien
Dalam artikel ini kami akan berfokus pada bagian berputar (Rotating Part) cooling tower: fungsi setiap bagian, cara merawatnya, dan metode…
7 menit bacaBaca artikel →
Cara Mencegah Kebakaran Fill Pack
Dalam artikel kali ini, kami akan membahas pendekatan dan teknik pencegahan untuk menghindari insiden serius pada cooling tower dan memastikan bahwa…
2 menit bacaBaca artikel →